Sosial Budaya

Kue Keranjang Daun Pisang Idola Etnis Tionghoa saat Imlek

Nian Gao atau dikenal dengan sebutan kue keranjang merupakan sajian khas tahun baru Imlek yang wajib ada.

Tidak hanya sebagai santapan saja, namun juga digunakan sebagai sesaji sembahyang bagi etnis Tionghoa setiap kali perayaan Imlek.

Kue keranjang yang dikenal dengan tekstur kenyal, legit dan rasa manisnya dibuat berbahan dasar dari beras ketan yang kemudian dikemas dengan menggunakan daun pisang.

Pengemasan dengan daun pisang pun dipercaya mampu menambah aroma wangi dan sedap pada kue keranjang. Namun, saat ini seiring berjalannya waktu, kemasan kue keranjang pun telah dimodifikasi menggunakan plastik.

Ong Eng Hwat merupakan pembuat kue keranjang yang masih mempertahankan cita rasanya dengan menggunakan kemasan daun pisang. Usaha kue keranjang yang awalnya dirintis oleh sang Ibu Kwe Mio sejak tahun 1947 di kampung Kentangan Tengah, Jagalan Semarang.

“Beberapa tahun terakhir kemasan kue keranjang kita bungkus pakai plastik agar lebih praktis, tapi kita tetap ada yang masih menggunakan daun pisang karena masih banyak juga konsumen yang meminta katanya rasanya beda,” ujarnya Senin (4/2/2019).

Indriati bercerita pembuatan kue keranjang ramai tiap kali memasuki Tahun baru Imlek, dirinya mengaku pada tahun ini telah memproduksi 1 ton kue keranjang atau jika dihitung per kue mencapai 3.000 pcs kue keranjang. Pembuatan kue pun melalui beberapa proses yakni pencucian beras ketan, pembuatan adonan dan pemberian varian rasa hingga pengukusan.

“Tahun ini pembuatan lebih banyak dari tahun kemarin karena ramainya pesanan, rasa yang kita sajikan juga lebih bervariasi tidak hanya original total ada 6 varian rasa yakni ori, vanilla, coklat, kacang hijau, durian dan prambors,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan cara menyajikan kue keranjang agar lebih nikmat saat dimakan, tekstur kue keranjang yang lengket biasanya akan menempel saat dilepas dari bungkusnya.

Biasanya penyajian kue keranjang digoreng dengan menggunakan telur atau dengan menambahkan taburan kelapa agar memberikan rasa gurih.

Kue keranjang jika disimpan dalam lemari pendingin juga akan memperpanjang umur simpan hingga satu tahun.

“Sebelum menyajikan kue keranjang sebaiknya tangan dilap dengan air agar tidak lengket saat dilepas dari bungkusnya, semakin hari jika disimpan kue keranjang akan semakin keras. Jika keluar bintik di bagian luar kue bisa di hilangkan dengan diiris kemudian yang bagian dalam masih bisa diolah dan dimakan,” imbuh Indriati.

Sementara itu Rakijan salah seorang pekerja di bagian pengukusan kue keranjang milik Ong Eng Hwat yang sudah bekerja selama 40 tahun bercerita, pengukusan kue keranjang dilakukan selama 7 sampai 8 jam. Dimasukan kedalam dandang pengukusan yang mampu menampung hingga ratusan kue.

“Selama proses pengukusan api tidak boleh padam, saya jaga terus agar api tetap stabil. Pengukusan dimulai dari pagi hari, karena ada dua dandang dan harus bergantian untuk pengukusan,” Kata pria berusia 60 tahun tersebut.

Selama 40 tahun bekerja sebagai pengukus kue Kranjang di tempat Ong Eng Hwat dirinya mengaku sangat menanti waktu-waktu Tahun Baru Imlek.

Lantaran pembuatan kue keranjang hanya setahun sekali. ” Saya kerja disini sudah 40 tahun, setiap kali tahun baru Imlek saya pasti disini ikut membuat kue keranjang,” katanya.

Bisnis.com

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close